• slide nav 1

    GNH Paris

    OKTI Paris 2010
  • slide nav 2

    Comdev

    Implementation of Comdev
  • slide nav 3

    KIPI OZ 2010

    International Conference of Education in Melbourne-OZ
  • slide nav 4

    HAKI Jamu Mdr

    Hak Indikasi Geografis Jamu Madura
  • slide nav 5

    Grameen Bank Nipah

    Replikasi Grameen Bank Nipah
  • slide nav 6

    I-O Analysis of East Java

    Interregional linkage between agriculture and non agriculture
  • slide nav 6

    Permaculture Design Course

    Mahayana-Bringin Foundation, Muncul Salatiga

Welcome to Agri... Revolution

Personal Link for Agricultural Policy and Development Concern

PHB_Grameen_08

Diposkan oleh andrie k sunyigono di 4:55:00 AM






MODEL PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR BENDUNGAN NIPAH KABUPATEN SAMPANG-MADURA DENGAN POLA GRAMEEN BANK (Andrie Kisroh Sunyigono, Eni Sri Rahayuningsih, Mutmainnah, 2008)

Penelitian tentang model penguatan ekonomi masyarakat di sekitar Bendungan Nipah sangat penting karena Tingkat pendapatan petani di desa-desa Kawasan Bendungan Nipah sangat rendah berkisar antara Rp. 1.645.000 per tahun. Sehingga hampir semua pendapatan digunakan untuk keperluan konsumsi. Sebagian digunakan untuk modal usaha, itupun hanya digunakan untuk kebutuhan usaha pada saat itu saja tidak ada upaya  terhadap pengembangan aktifitas usahanya. Sebagian besar petani tidak dapat menabung, karena pendapatannya habis untuk kegiatan konsumsi dan usaha. Sebagian kecil ada yang menabung dalam bentuk ternak (terutama sapi) dan perhiasan (emas). Akibatnya kurang adanya kegiatan mobilisasi dana yang berasal dari masyarakat. Aktifitas usaha masyarakat disekitar Bendungan Nipah masih homogen dan berskala kecil bahkan subsisten. Hampir 90% sektor usaha tergantung pada sektor pertanian. Dengan mulai dioperasikannya Bendungan Nipah yang membutuhkan lahan relatif luas maka banyak petani yang terancam kehilangan mata pencaharian.

Secara umum terdapat beberapa metode yang digunakana dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah Terdapat tiga metode yang digunakan, yakni : (1) wawancara semi terstruktur dan terjadwal, (2) observasi dengan pemandu dan (3) PRA (4) Studi Literatur

Kesimpulan penelitian tahun-2 adalah: (a) Kelembagaan keuangan mikro di lokasi penelitian masih belum berkembang dengan baik. Terdapat beberapa jenis kelembagaan keuangan lokal yaitu LKM formal (bank dan koperasi), LKM Non Formal (UPK PNPM dan Pokus Peternakan) dan LKM Informal (arisan, rentenir, tengkulak, ”Otok-otok” dan ”Remoh”) (b) Format kelembagaan keuangan mikro yang diharapkan masyarakat adalah: a) lebih memperhatikan aspek sosio kultural dibandingan komersial; b) prosedur dan persyaratan yang mudah dan cepat; c) menggunakan sistem tanggung renteng atau bergulir, d) prinsip bagi hasil/syariah lebih diutamakan dibandingkan prinsip ”bunga”. dan (c) Terdapat beberapa tata aturan non formal yang disepakati masyarakat dalam kelembagaan ekonomi lokal. Diantaranya adalah ada kesepakatan untuk memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan prinsip saling menguntungkan bukan menetapkan bunga pinjaman diawal, sistem “otok-otok” dan “remoh” yang lebih bernuansa sosio kultural dibandingkan komersial.

Saran penelitian ini adalah: (a) Perlu adanya strategi yang holistik dan komprehensif dalam mengembangan kualitas sumberdaya manusia yang mengelola lembaga keuangan mikro, (b) Perlu ditingkatkan jalinan kerjasama yang sinergis antara Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Perbankan. (c) Perlu dilakukan upaya meningkatkan infrastruktur pendukung Lembaga Keuangan Mikro, seperti teknologi, sistem dan kelembagaan.



(Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo)

Selengkapnya:

http://sunyigono.files.wordpress.com/2010/12/phb_grameen_08_full.doc

http://www.ziddu.com/download/13134834/PHB_Grameen_08_full.doc.html

0 komentar :

Post a Comment

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More